TradiSea Rooms & Resto Diluncurkan di Pojok Alun-Alun Situbondo, Bupati: Bangga Sekali

TradiSea Rooms & Resto Diluncurkan di Pojok Alun-Alun Situbondo, Bupati: Bangga Sekali

SITUBONDO – Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengaku bangga dengan hadirnya TradiSea Rooms & Resto di kawasan pojok Alun-alun Situbondo. Menurutnya, kehadiran restoran dan penginapan berkonsep modern tersebut menjadi penanda tumbuhnya wajah baru pusat kota.

“Bangga sekali, akhirnya kawasan alun-alun semakin hidup,” ujar Mas Rio, sapaan akrabnya, saat membuka launching TradiSea pada Rabu (13/5/2026).

Mas Rio menilai TradiSea bukan sekadar tempat makan dan menginap. Kehadirannya dianggap menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Situbondo.

“Memang ini wajah Situbondo. Kita support ketika ada ide tentang TradiSea ini karena bagian dari upaya memperkenalkan Situbondo,” katanya.

Menurut dia, selama ini Situbondo masih membutuhkan lebih banyak fasilitas akomodasi dan ruang kuliner representatif untuk menunjang pergerakan wisatawan maupun tamu dari luar daerah.

Oleh karena itu, Pemkab Situbondo menyambut positif investasi yang dilakukan owner TradiSea, Febriati Nadira, yang memilih membangun usaha di tanah kelahirannya sendiri.

“Terima kasih kepada Mbak Ira yang sudah mau investasi di kampung halaman. Seperti tadi, waktunya pulang,” ujar Mas Rio.

Ia berharap TradiSea bisa menjadi ruang baru bagi masyarakat, baik sebagai tempat tongkrongan, tempat bersantai, hingga penginapan dengan konsep nyaman dan terjangkau.

“Mudah-mudahan ini jadi tempat tongkrongan yang epic, tempat menginap yang affordable dan juga premium,” imbuhnya.

Sementara itu, Owner TradiSea Febriati Nadira menjelaskan bahwa konsep yang diusung bukan hanya restoran dan hotel biasa. TradiSea dibangun dengan pendekatan keberlanjutan atau sustainability.

“Konsepnya sustainability sebenarnya, jadi benchmark-nya untuk bisnis yang mengedepankan keberlanjutan,” katanya.

Bangunan TradiSea sendiri memanfaatkan bangunan lama yang direvitalisasi dengan sentuhan modern. Sejumlah elemen interior menggunakan kayu daur ulang dan material ramah lingkungan.

“Ini bangunan lama, kita recycle dengan sentuhan modern. Semua kayu-kayu ini kita pakai kayu recycle termasuk pintu,” jelasnya.

Tak hanya itu, konsep ramah lingkungan juga diterapkan hingga fasilitas kamar dan dapur restoran. Bahkan, produk sabun mandi yang digunakan disebut memiliki pH yang aman dan lebih ramah lingkungan.

Febriati menambahkan, TradiSea juga mengusung konsep from farm to table. Artinya, bahan makanan yang diupayakan berasal dari hasil pertanian, peternakan, dan nelayan lokal Situbondo.

“Kita mulai dari pertaniannya, peternakannya. Kita lagi mengembangkan peternakan ayam cage free bersama teman-teman milenial di Situbondo,” ujarnya.

Menurut Febriati, konsep bisnis hijau dan berkelanjutan tersebut memiliki prospek besar karena semakin diminati wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Bisnis ini bisnis yang green, yang ESG. Mudah-mudahan jadi pilihan buat warga lokal, Indonesia, sampai mancanegara,” tandasnya.[]

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index