Kisah Warung Soto H. Fauzi Tumbuh Bersama BRI Situbondo, Omzet Rp15 Juta Sehari

Kamis, 16 Juli 2026 | 17:49:20 WIB

SITUBONDO – Di tengah ketatnya persaingan usaha kuliner, Warung Soto H. Fauzi di Kabupaten Situbondo membuktikan bahwa resep warisan keluarga yang dipadukan dengan akses pembiayaan yang tepat mampu menjaga eksistensi usaha hingga puluhan tahun. 

Berkat dukungan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, warung soto legendaris ini kini membukukan omzet rata-rata Rp15 juta per hari dan menyerap 22 tenaga kerja.

Komitmen BRI dalam mendukung pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tersebut disampaikan BRI Cabang Situbondo pada Kamis (16/7/2026).

Warung Soto H. Fauzi menjadi salah satu contoh UMKM lokal yang berhasil berkembang melalui pemanfaatan akses pembiayaan perbankan.

Didirikan pada 1960 di kawasan depan PG Panji, Warung Soto H. Fauzi kini dikelola Munawaroh sebagai generasi keempat keluarga pendiri.

Selain mempertahankan cita rasa khas yang telah dikenal masyarakat selama puluhan tahun, usaha tersebut terus melakukan pengembangan dengan membuka cabang di Jalan Ahmad Yani Situbondo sejak 2005.

Perjalanan pengembangan usaha berjalan seiring dukungan BRI. Pada 2015, Warung Soto H. Fauzi memperoleh fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR). Dua tahun kemudian, usaha tersebut kembali mendapat pembiayaan melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) sebesar Rp50 juta. Kini, Warung Soto H. Fauzi menjadi nasabah KUR BRI dengan plafon pembiayaan mencapai Rp200 juta.

Pemimpin Cabang BRI Situbondo, Ary Juwono, mengatakan Warung Soto H. Fauzi menunjukkan bahwa UMKM lokal memiliki potensi besar untuk tumbuh apabila didukung akses permodalan yang memadai.

"BRI percaya bahwa UMKM memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian daerah. Warung Soto H. Fauzi menjadi contoh nyata bagaimana akses pembiayaan yang tepat dapat mendorong pelaku usaha untuk terus berkembang, membuka lapangan pekerjaan, serta menjaga keberlangsungan usaha yang telah diwariskan lintas generasi," ujarnya.

Menurut Ary, BRI tidak hanya menyediakan pembiayaan, tetapi juga terus menghadirkan layanan dan pendampingan yang disesuaikan dengan kebutuhan pelaku usaha.

“Kami berpandangan UMKM tidak hanya perlu bertahan, tetapi juga mampu meningkatkan daya saing yang akhirnya juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” imbuhnya.

Sementara itu, Munawaroh mengaku pembiayaan dari BRI menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan usaha keluarganya. Tambahan modal dimanfaatkan untuk memperkuat modal kerja, meningkatkan kapasitas produksi, hingga menambah fasilitas usaha tanpa mengurangi kualitas cita rasa yang telah diwariskan selama puluhan tahun.

"Sejak menjadi nasabah BRI, kami merasakan manfaat pembiayaan. Dukungan tersebut membuat kami dapat terus menjaga kualitas cita rasa yang telah diwariskan keluarga sekaligus memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan," katanya.

Munawaroh menambahkan, berkembangnya usaha tidak hanya berdampak pada peningkatan kapasitas produksi, tetapi juga membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar.

"Kami bersyukur usaha ini dapat terus berkembang dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar," tuturnya.

Kisah Warung Soto H. Fauzi menjadi gambaran bahwa kolaborasi antara pelaku UMKM dan lembaga keuangan dapat menciptakan pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.

Di Situbondo, semangkuk soto legendaris itu bukan sekadar sajian kuliner, tetapi juga menjadi bukti bahwa usaha lokal mampu tumbuh, membuka lapangan kerja, dan terus bertahan melintasi generasi dengan dukungan akses permodalan yang tepat.[]

Terkini